Selain WordPress Codex, WordPress developer mungkin dapat juga memanfaatkan referensi kode WordPress dari QueryPosts.
Cara Benar Memanggil JS dan CSS di WordPress

Sebagai seorang WordPress Theme Designer yang setiap harinya berkutat dengan proses pembuatan theme WordPress untuk klien, tidak jarang juga Saya membeli WordPress Theme Premium ataupun mencari versi bajakannya atau juga menggunakan Freemium WP Theme untuk mengamati perkembangan fitur yang ditawarkan oleh masing-masing theme Developer. Dari seringnya mencoba tersebut, Ken Reidy mendapati masih cukup banyaknya developer yang ‘mengaku’ sebagai WP Theme Developer namun tidak mengikuti standarisasi yang berlaku di WordPress. Contoh sederhana seringkali terlihat pada saat pemanggilan skrip Javascript ataupun Cascading Stylesheet (CSS).
Di WordPress anda tidak seharusnya memanggil file JS dan CSS dengan menuliskannya langsung di file header.php atau footer.php anda.
Mengapa ?
Secara singkat dapat saya intisarikan menjadi sebagai berikut:
- Tidak Dinamis
Dengan meletakkan perintah HTML untuk memanggil Javascript dan CSS di header.php atau footer.php yang berisikan absolute path, anda sebenarnya sedang mempersiapkan diri untuk repot di waktu kemudian. Menuliskan hal-hal yang bersifat statis di platform dinamis. - Tidak efisien
Dengan menuliskan markup HTML untuk memanggil JS dan CSS langsung kedalam file header.php atau footer.php, anda berpotensi untuk membuat pemanggilan-pemanggilan file menjadi tidak efisien. Butuh atau tidak, semuanya harus dipanggil. Selain memperlama waktu akses, ini juga dapat membuat kamu menghabiskan bandwidth lebih banyak dari yang seharusnya. - Tidak efektif
Memanggil file yang tidak dibutuhkan untuk apa ? - Rentan bermasalah pada kompatibilitas
Apabila skrip yang anda letakkan tersebut misalnya adalah jQuery plugin yang Anda implementasikan kedalam WordPress, maka hal tersebut rentan untuk inkompatibel manakala pada saat yang berlainan anda juga menginstal plugin WordPress yang kebetulan menggunakan pustaka (library) yang sama. - It’s Not a WordPress Way
Ya, jika Anda mengaku sebagai orang yang paham WordPress / sangat mendalami WordPress tentunya Anda juga harus menunjukkan pada pihak lain cara penggunaan fitur-fitur WordPress secara tepat.
Cara Benar Memanggil JS dan CSS di WordPress
Untuk memanggil JS dan CSS di WordPress, caranya adalah dengan menggunakan wp_enqueue_script dan wp_enqueue_style. Silakan lihat Codex untuk wp_enqueue_script dan wp_enqueue_style.
Walaupun sebenarnya fungsi wp_enqueue_script ataupun wp_enqueue_style dapat langsung anda tuliskan di header.php atau footer.php, sangat disarankan agar Anda tidak menuliskannya langsung. Lebih baik meletakkannya di file functions.php atau meletakkannya di file terpisah. Ini akanmembantu anda dalam proses development jangka panjang, terlebih jika Anda menggeluti bidang WordPress Theme Development yang seringkali harus melakukan pekerjaan yang hampir sama.
Jika Anda membaca cukup teliti dari halaman codex anda tentu mengetahui bahwasannya anda bisa terlebih dahulu meregistrasi JS dan CSS anda menggunakan wp_register_script dan wp_register_style. Lalu meng-enqueue-nya kemudian saat dibutuhkan.
Adapun saya sendiri bersama tim di WebDesignSurabaya.com lebih memilih untuk membuatkan PHP Class tersendiri untuk meregistrasi seluruh scripts dan styles. Masing-masing, kami buatkan file terpisah (misal saja kami namai dengan styles.php dan scripts.php).
Hal tersebut kami pilih dengan alasan fleksibilitas untuk pengembangan dimana seringkali kami harus menggunakan cukup banyak CSS dan JS dalam sebuah theme WordPress yang dibuat. Dengan meletakkannya di file terpisah, manajemen file menjadi lebih mudah.
Saat Harga Sewa WebHosting Terlalu Murah

Berikut ini adalah kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi pada website kamu bila menggunakan webhosting murah :
- Website sering down, ditandai dengan hal-hal seperti ‘Error Establishing Connection to Database’, ’500 Internal Server Error’, dan beberapa lagi lainnya.
- Website tidak down, tapi sangat lambat untuk diakses terutama pada jam-jam tertentu. Misal, untuk server Indonesia, website akan sangat sulit diakses saat siang hari.
- Website kamu berpotensi tinggi dianggap membebani server secara berlebihan yang terkadang sebenarnya hal ini justru dikarenakan karena kebijakan harga yang terlalu murah sehingga penyedia harus membagi resource server yang terbatas ke sebanyak-banyaknya pengguna.
- Kesulitan untuk masuk ke admin area WordPress. FYI, admin area WordPress seringkali lebih berat dibandingkan tampilan muka terlebih apabila kamu menggunakan WordPress Theme atau WordPress plugin yang kaya akan fitur kustomisasi.
Sementara itu saja. Semoga informasi diatas dapat berguna. Jika ada rekan yang mempunyai tambahan tips seputar WordPress, silakan berbagi !
Ingin Sewa Web Hosting untuk WordPress ?

Posting ini diperuntukkan buat kamu yang berencana untuk menyewa web hosting untuk website berbasis WordPress. Terutama yang belum berpengalaman terkait dengan hal ini. Mengapa untuk hal ini harus Saya buatkan posting tersendiri ? agar kamu semua tidak salah melangkah dan terutamanya untuk menghemat waktu. Ingat, waktu adalah uang yang paling berharga.
Sebelum Saya melanjutkan posting ini penting untuk diketahui bahwa Saya tidak berafiliasi dengan webhosting manapun ataupun bertendensi untuk menyerang webhosting manapun.
Sebagaimana lumrahnya seorang manusia yang hendak membeli sesuatu, pastilah ia akan memilih dan memilah terlebih dahulu. Membuat pertimbangan dengan kriteria yang berbeda satu sama lain dan kemudian berusaha menemukan penjual yang mampu memenuhi kriteria tersebut.
